Agenda Kegiatan

KELUARGA BESAR TEKNIK INFORMATIKA UNTAG SURABAYA

Jadwal Perwalian Gasal 2017-2018


WAKTU PERWALIAN

a. Fakultas Teknik dan Fakultas Sastra, Tanggal 10 - 11 Agustus 2017

b. Fakultas Ekonomi dan Fakultas Psikologi, tanggal 14 - 15 Agustus 2017

c. FISIP dan Fakultas Hukum, tanggal 16 & 18 Agustus 2017

 

SYARAT MENGIKUTI PERWALIAN

a. Mahasiswa telah membayar Uang Kuliah sampai dengan bulan Agustus 2017, uang her-registasi semester gasal 2017/2018 dibayar bulan September 2017, dan masih mempunyai masa studi aktif (7 tahun / 14 semester)

b. Mahasiswa meng-entry sendiri mata kuliah yang akan diprogram secara online dengan jadwal sesuai Fakultas masing-masing (butir 1. a-c)

c. mahasiswa yang cuti atau tidak aktif pada semester genap 2016/2017, harus mengajukan permohonan aktif kembali di bagian admisi dan registrasi gedung C. 102 pada jam kerja sebelum melakukan entry perwalian

 

ISI KUISIONER SEBELUM PERIODE PERWALIAN DIMULAI

- Pastikan setelah melakukan proses KRS agar mengingatkan DOSEN WALI untuk approve KRS

- Simpan bukti KRS (dalam bentuk screenshoot)

Lokakarya Penguatan Kapasitas Perancangan Kurikulum Berbasis KKNI Dan SN-DIKTI

UNTAG Surabaya menyelenggarakan Lokakarya Penguatan Kapasitas Perancangan Kurikulum Berbasis KKNI dan SN-Dikti. Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room 1 Gedung Graha Wiyata lantai 1 tersebut diikuti 60 peserta, yang terdiri dari kepala program studi, dosen, badan penjaminan mutu, dan unit-unit terkait, Senin (22/5/2017).

Kepala Perencanaan dan Pengembangan Akademik UNTAG Surabaya Dr. Sunu Priyawan, M.Ak saat sambutannya mengatakan, lokarya pada tahun 2017 ini merupakan proses lanjutan dari kegiatan yang sama di tahun 2015. Menurutnya, kurikulum menjadi sangat penting karena merupakan roh dalam pendidikan.

“Dalam upaya melakukan kualifikasi terhadap lulusan perguruan tinggi di Indonesia, pemerintah telah menerbitkan Perpres No. 08 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI),” ucap dosen Fakultas Ekonomi itu. Selain itu, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 telah mengamanatkan agar Kurikulum Pendidikan Tinggi dikembangkan oleh setiap Perguruan Tinggi sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti).

Dr. Sunu yang juga selaku ketua pelaksana lokarya menyebutkan, bahwa beberapa Program Studi (Prodi) di UNTAG sudah menyelesaikan kurikulum berbasis KKNI dan SN-Dikti. Dirinya berharap semua Prodi pada tahun ajaran 2017/2018 sudah menyelesaikan kurikulum berbasis KKNI dan SN-Dikti.

“Semoga pada saat lokakarya ini, bisa membantu untuk menyelesaikan kurikulum berbasis KKNI dan SN-Dikti, dan diharapkan di bulan Juli nanti sudah selesai semua,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNTAG Surabaya Dr. RA. Retno Hastijanti, M.T mengucapkan terima kasih kepada pemateri Lokakarya Penguatan Kapasitas Perancangan Kurikulum Berbasis KKNI dan SN-Dikti yang telah menyempatkan waktu dan bersedia hadir di Kampus Merah Putih.

“Terima kasih juga saya ucapkan kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara ini serta para dosen yang hadir dalam lokarya,” ucapnya.

Dosen Teknik Arsitektur ini menjelaskan, UNTAG Surabaya sudah melakukan transformasi dari kurikulum lama ke kurikulum berbasis KKNI dan SN-Dikti sejak 3 tahun yang lalu. Sedangkan di tahun 2016, 60 prosen Prodi sudah menyelesaikan kurikulum baru.

“Beberapa Prodi masih menjalankan proses tranformasi kurikulum. Upaya yang dilakukan universitas salah satunya dengan pendampingan dalam penyusunannya. Contohnya, seperti kegiatan yang sedang berlangsung sekarang ini,” tambah Dr. Hasti.

Dr. Hasti berharap, dengan terselenggaranya Lokakarya Penguatan Kapasitas Perancangan Kurikulum Berbasis KKNI dan SN-Dikti bisa mempercepat proses transformasi, mengembangkan, dan membangun UNTAG Surabaya menjadi lebih baik lagi.

Sementara itu, UNTAG Surabaya dalam Lokakarya Penguatan Kapasitas Perancangan Kurikulum Berbasis KKNI dan SN-Dikti mengundang Dr. Kusdi Raharjo, D.E.A dan Dr. Eng. Indradi Wijatmoko, S.T.,M.Eng sebagai pemateri.

Peran Lulusan Teknik Industri Dalam Industri Manufacture

Dalam memasuki dunia kerja, seseorang harus terlebih dahulu mengetahui peran penting dan kunci mencapai kesuksesan di tempat kerja yang di inginkan. Menurut Ir. Singgih Widodo, Alumni Prodi Teknik Industri UNTAG Surabaya yang berprofesi sebagai Manager Division Pemasaran 2 Jakarta, PT. Barata Indonesia (Persero) bahwa profesi apapun untuk mencapai kesuksesan adalah dengan memiliki softskills yang baik sehingga akan mampu membentuk anda sukses ditempat kerja.

Softskills adalah keahlian sosial (social skill) yang dimiliki  oleh pribadi bersangkutan, kemampuan bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lainnya dan setiap orang memiliki tingkatan (level) softskills yang berbeda,

" Tidak hanya profesi Teknik Industri, tetapi untuk keseluruhan. Jika ingin memasuki dunia kerja tidak cukup hanya dengan Hardskills saja, tapi ada hal penting lain yang harus di miliki yaitu softskills. Karena kemampuan atau kualifikasi teknik dapat membuat anda diterima di pekerjaan, tetapi yang membentuk anda sukses ditempat kerja adalah apa yang dinamakan oleh tenaga ahli atau ekspert sebagai softskill. " ucapnya pada acara Seminar Profesi Teknik Industri di Graha Wiyata Lt. 9 UNTAG Surabaya, Selasa (9/05/2017)

Jika Mahasiswa Teknik Industri berbicara mengenai Profesi Teknik Industri, lanjutnya, maka harus mengatahui terlebih dahulu apa peran lulusan Teknik Industri dalam industri manufacture dan bagaiamana membangun interface yang efektif dalam dunia industri.

" Agar mampu membangun interface yang efektif dalam dunia industri yaitu perlu adanya komunikasi antara perguruan tinggi dan industri, sehingga dapat memaksimalkan peran lulusan teknik industri dalam industri manufacture khususnya,  " ungkapnya

Jika dilihat peran disiplin teknik industri dari portofolio profil lulusan teknik industry. S1: terutama sebagai system implementator, sedikit system designer, dan sangat sedikit system innovator, S2: terutama sebagai system designer, system implementator berkurang dan system innovator sedikit, S3: terutama sebagai system innovator,  system designer kurang, dan system implementator sangat kurang. " Maka dimana anda akan bekerja ? " kata laki-laki kelahiran kota Surabaya tersebut.

Banyak divisi, seperti di sistim manufacture, bidang keahlian manajemen industri, bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi, Divisi Produksi, Divisi Engineering, Divisi PPIC / Gudang (Warehouse), Divis HSE (Health Safety & Environmental), Divisi SHE (Keselamatan, Kesehatan, Lingkungan), Divisi Pemeliharaan (Maintenance), Divisi Perencanaan Biaya, Divisi Pengendalian Mutu (Quality Control), Divisi R & D, Divisi dan Divisi  lainnya (Purchasing atau Marketing). Tetapi hampir seluruhnya tidak terkait dengan teknik industri seperti divisi purchasing atau divisi marketing. Akan tetapi banyak perusahaan yang mempekerjakan industrial engineer untuk divisi ini karena industrial engineer dikenal sebagai pemahaman yang lebih baik teknik maupun bisnis.

Ada beberapa karir untuk Sarjana Teknik Industri ucap Deputy Business & Devlp, yaitu Project Engineer, Project Planning & Control, Project Cost & Control, Quality Assurance, Sales & Marketing.

" Bangun kompetensi anda agar tumbuh baik di Lingkungan manufacture, " tutup Ir. Singgih Widodo dalam acara yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Prodi Teknik Industri tersebut.

Pemerataan Pembangunan Di Semua Sektor Wujud Kebangkitan Nasional

UNTAG Surabaya melaksanakan Upacara Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati 109 Tahun Hari Kebangkitan Nasional, tanggal 20 Mei 2017. Upacara Bendera Merah Putih berlangsung hari ini, Senin (22 Mei 2017) bertempat di Lapangan Parkir Utara serta diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan.

Tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2017 adalah, “Pemerataan Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan  Nasional”. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam pidatonya mengatakan, Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Yusuf Kalla sejak awal pemerintahan telah mencanangkan penekanan khusus pada aspek pemerataan dalam semua bidang pembangunan. Pemerataan pembangunan antarwilayah hendak diwujudkan dengan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Rudiantara menyebutkan, pada awal tahun 2017 ini kesenjangan distribusi pendapatan dan kekayaan penduduk masih sekitar 40 prosen. Menurutnya, persoalan pemerataan hampir merupakan masalah semua bangsa. Bahkan negara-negara maju pun masih berkutat dengan kesenjangan yang sama. Beberapa bahkan mencatat indeks yang lebih tinggi, lebih senjang, dibanding Indonesia.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan aspek pemerataan di segala sektor. Di sektor kelistrikan, pemerintah telah membangun tenagakelistrikan pada 2.500 desa yang belum mendapatkan aliran listrik. Selain itu, pemerintah juga memberlakukan kebijakan subsidi listrik yang difokuskan pada masyarakat menengah ke bawah, sehingga bisa dilakukan relokasi subsidi listrik sebedar Rp 12 triliun, dialihkan untuk menunjang sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah pemerataan pada sektor agraria, sektor kominfo, dan sektor-sektor lainnya.

Rudiantara berharap, agar semua pihak saling menguatkan dan mendahuluan kepentingan bangsa di tengah-tengah persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia. Karena dengan semangat untuk tidak meninggalkan satu orang pun tercecer dalam gerbong pembangunan maka Negara Kesatuan Republik Indonesia akan tetap jaya.

Adapun Inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2017 di UNTAG Surabaya adalah Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Dr. RA. Retno Hastijanti, M.T. Sedangkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiwa (Menwa) Satuan 816 bertindak sebagai petugas upacara.