Data Dosen

Olimpiade Matematika Tingkat SMA Se-Jawa Timur

Laboratorium CNC Prodi Teknik Mesin Universitas 17 Agustus Surabaya, akan mengadakan Olimpiade Matematika Tingkat SMA Se-Jawa Timur. Lomba tersebut direncanakan pada tanggal 31/03/2018 di Untag Surabaya. Adapun Pendaftarannya dibuka selama 1 bulan,  mulai tanggal 26/02/2018 hingga 28/03/2018.

Bapak Ir. Zainun Achmad, M.T., selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa matematika harus dipahami secara baik, karena selain masuk dalam mata pelajaran UNAS, juga merupakan dasar dari ilmu alam dan ilmu keteknikan. Bapak Zainun juga menjelaskan bahwa Olimpiade ini adalah sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa, dalam pemahamannya di bidang matematika. Para siswa dapat berkompetisi dalam lingkup provinsi, tidak hanya sekedar antar kelas maupun antar sekolah saja.

“Hadiah untuk para juara termasuk besar jika dibandingkan dengan olimpiade matematika lain. Selain hadiah yang menarik, pihak panitia juga tengah mendiskusikan dengan Rektorat agar para juara diberikan beasiswa jika berkuliah di Untag Surabaya” terang Bapak Zainun.

Sebagai penyusun materi dan penilai, panitia telah bekerjasama dengan tim Bimbel terpercaya. Salah satu Dosen Teknik Mesin Untag Surabaya  yaitu Bapak Edy Santoso S.T., M.T., beserta timnya merupakan pembina-pembina bimbel wilayah Jawa Timur.  Bimbel-bimbel tersebut telah sangat teruji dan menjadi rujukan utama para siswa, karena telah banyak anak didiknya yang diterima PTN terkemuka seperti UI, UGM dan ITB.

Selain Olimpiade Matematika,  panitia juga akan mengadakan pameran karya mahasiswa Fakultas Teknik Untag Surabaya. Acara ini juga sebagai ajang pengenalan Untag Surabaya khususnya Prodi Teknik Mesin. Sebagaimana telah diketahui bahwa Prodi Teknik Mesin untag Surabaya berhasil meraih rangking 20 besar untuk kategori Prodi Teknik Mesin terbaik se-Indonesia. Sebagai penutup,  Bapak Zainun berharap acara seperti ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahun di Untag Surabaya.

Mahasiswa Teknik Sipil Menciptakan Bata Beton Dengan Sistem Interlock

Trisno Anwar Mahasiswa Teknik Sipil Untag Surabaya, berhasil menciptakan Inovasi baru melalui Tugas Akhirnya. Trisno membuat 3 variasi bata beton yang memiliki sistem interlock sebagai ganti batu bata merah. Bata beton ini telah melewati uji kekuatan serta uji tekanan.

Mahasiswa kelahiran Bangkalan tahun 1996 ini menjelaskan, pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan pembangunan tidaklah seimbang. Dari data sensus penduduk tahun 2010 jumlah penduduk Indonesia telah mencapai 237,641,326 jiwa dan terus bertambah. Kebutuhan tempat tinggal di Indonesia sebanyak 800.000 unit rumah per tahun, hanya sekitar 400.000 - 500.000 unit yang dapat dipenuhi. “Hal inilah yang menelatarbelakangi penelitian Saya” terang Trisno.

“Batu bata beton yang Saya buat ini dapat di pasang lebih cepat, lebih ekonomis karena membutuhkan lebih sedikit perekat semen, serta pemasangannya juga lebih rapi dan simetris karena bentuk yang presisi”. lanjutnya.

Dari segi lingkungan,  bahan beton sebagai pengganti tanah liat, juga memiliki keunggulan, karena proses pembakaran bata menggunakan tanah liat yang menimbulkan polusi udara.

Untuk membuatnya, dibuat cetakannya terlebih dahulu, kemudian beton dituangkan. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap bata beton interlock dengan mesin tekan yang dapat diatur kecepatan penekannya. Kecepatan penekanan dari mulai pemberian beban sampai benda uji hancur, diatur sehingga tidak kurang dari satu menit dan tidak boleh lebih dari dua menit. Kuat tekan benda uji dihitung dengan membagi beban maksimum pada waktu benda uji hancur, dengan luas bidang tekan bruto.

Trisno mengembangkan 3 variasi dari bata tersebut. Kuat tekan rata-rata untuk bata interlock variasi 1 130,5 kg/cm2, variasi II 108,8kg/cm2, dan variasi III 135,4 kg/cm2. Semua bata interlock dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai konstruksi yang memikul beban dan dapat digunakan untuk konstruksi yang tidak terlindung dari cuaca luar (konstruksi diluar atap). “Bentuk varian ini terinspirasi dari penelitian-penelitan yang sudah ada, tapi saya kembangkan menjadi lebih sempurna lagi” imbuhnya.

Di akhir wawancara mahasiswa dengan IPK 3,56 ini mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang selalu berdoa dan mendukung, kemudian dosen pembimbing Ir. Ede Sarya, M.T., dan Nurul Rochmah, S.T., M.T., M.S. yang menyediakan waktu memberi arahan, serta semua teman yang ikut berpartisipasi membantu menyelesaikan Tugas Akhir tersebut

Fakultas Teknik Disibukkan Perwalian Online

Perwalian Online atau KRS semester Genap 2017/2018 Fakultas Teknik Untag Surabaya, dilaksanakan 2 hari pada tanggal 12-13 Februari 2018. Perwalian online ini mengharuskan mahasiswa meng-entry sendiri mata kuliah pilihannya pada Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) Untag Surabaya. Sistem perwalian online telah dilaksanakan sejak tahun 2015. Tentu saja banyak kelebihan-kelebihannya, terutama mahasiswa dapat melakukan perwalian pada gadget mereka masing-masing serta berkonsultasi pada dosen wali jika terdapat permasalahan dalam KRS.

“Sistem ini sudah banyak perkembangan, kelemahan yang dulu ada telah dapat diatasi dengan sangat baik. Perwalian online dilaksanakan selama 1 minggu dengan dijadwalkan 2 Fakultas untuk 2 hari” kata Bapak Wasisto Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Teknik.

Dalam perwalian, kaprodi bertugas menyetujui matakuliah yang diprogram mahasiswa setelah di setujui oleh dosen wali masing-masing. Kaprodi juga melayani ketika ada mahasiswa yang ingin membuka kelas atau berkonsultasi masalah perwalian lainya.

Harapan untuk perwalian selanjutnya adalah untuk sistem double track regular dan paket agar lebih disosialisasikan, karena setiap prodi berbeda-beda. Berikutnya adalah data dari Prodi dan BSI harus lebih di singkronisasikan.

Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi mahasiswa agar dapat mengikuti perwalian antara lain mahasiswa telah membayar Uang Kuliah dan ter-registrasi sampai bulan Februari 2018, bagi mahasiswa yang cuti atau tidak aktif pada semester gasal 2017/2018, terlebih dahulu harus harus mengajukan permohonan aktif kembali di Biro Akademik.

 

Workshop Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

 

Untag Surabaya mengikuti Workshop Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada tanggal 12-13 Februari 2018. Workshop ini diselenggarakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) bertempat di Universitas Kristen Petra Surabaya.

Peserta workshop adalah Perguruan Tinggi Swasta di wilayah Kopertis 7.  Untag Surabaya mengirimkan 5 orang perwakilan, yaitu 3 dari BPM, 1 GPM Fakultas Teknik, dan 1  dari LPPM.

Workshop Penyusunan Dokumen SPMI ini meliputi 4 materi, yaitu Kebijakan Mutu, Standard Mutu, Manual Mutu, dan Formulir Mutu. Keempat dokumen mutu ini harus ada untuk memenuhi amanat Undang-Undang No.12 Tahun 2012 Tentang PendidikanTinggi dan Permenristekdikti 62 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Kebijakan mutu adalah komitmen Perguruan Tinggi untuk melaksanakan sistem penjaminan mutu internal. Standart Mutu adalah level kualitas tridharma yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk perguruan tinggi. Standard Mutu pendidikan, penelitian dan pengabdian masing-masing berjumlah delapan, sehingga total yang harus disusun oleh Perguruan Tinggi minimal duapuluh empat standard. Apabila Perguruan Tinggi berkeinginan menjadi unggul, maka wajib  mengembangkan lagi beberapa standard diluar 24 standart mutu tersebut. Berikutnya Manual Mutu, adalah panduan bagaimana Perguruan Tinggi melaksanakan dan dapat mencapai standard mutu yang telah ditetapkan. Manual Mutu dikenal juga dengan istilah SOP (Standard Operating Procedure). Untag Surabaya saat ini telah memiliki 200 lebih SOP. Yang terakhir adalah Formulir Mutu, berbentuk lembar kerja  dengan berbagai indikator untuk mengukur kinerja semua, baik unit akademik maupun non-akademik. Formulir mutu tersebut merupakan dasar untuk kegiatan monev dan audit internal.

Dr. Nanis Susanti, MM ketua BPM menjelaskan bahwa saat ini Untag telah memiliki keempat Dokumen Mutu, dan memasuki tahap pengembangan untuk menyesuaikan dengan peraturan pemerintah. Penyesuaian tersebut terutama untuk menguatkan Konsep Manajemen Mutu PDCA (Plan, Do, Check, Act) dengan langkah-langkah PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan) dalam menjalankan SPMI. 

Disertasi yang Akan Meningkatkan Kinerja Biaya Proyek Konstruksi Gedung

Bapak Budi Witjaksana, S.T., M.T., Dosen Teknik Sipil Untag Surabaya mengusulkan  Penelitian Disertasi Doktor (PDD) yang berjudul “Model Activity Based Management Change Order  Untuk Meningkatkan Kinerja Biaya Proyek Konstruksi Gedung di Jawa Timur”. PDD tersebut berhasil mendapatkan dana hibah penelitian dari Ristekdikti.

Untuk memperluas wawasan keilmuan dibidang keahliannya yaitu Manajemen Konstruksi di Teknik Sipil,  Beliau melanjutkan studi S3 pada Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Untag Surabaya.

Beliau menjelaskan, pelaksanaan suatu proyek sangat dipengaruhi oleh costing atau biaya. Hal itu kemudian diangkat menjadi Disertasi yang menitikberatkan pada Activity Based Management Change Order. Maksudnya, biaya yang dikeluarkan akibat adanya perubahan didalam suatu proyek, memungkinkan terjadinya gangguan pada pelaksanaan proyek tersebut.

“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan-perubahan tersebut. Pertama ketidakcermatan perencanaan yang berakibat pada penggunaan biaya, kedua ketidaktahuan pelaksana proyek yang berkaitan dengan aktifitas biaya, yang baru diketahui di akhir proyek sehingga menyebabkan pengurangan margin atau laba” ungkap Bapak Budi saat di wawancarai di Fakultas Teknik hari Senin (12/02/2018).

Variabel-variabel yang diajukan dalam Disertasi ini, antara lain bagaimana cara membreakdown efetivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan proyek, kemudian melakukan added value atau nilai tambah, jadi dengan biaya tetap, aktifitas masih berjalan lancar, bahkan jika dimungkinkan biayanya lebih sedikit namun aktifitas tetap berjalan sesuai dengan  yang direncanakan.

“Penelitian disertasi yang Saya buat ini memperkaya khasanah keilmuan khususnya di bidang Ekonomi Akuntansi, karena apa? Dalam bidang ilmu Ekonomi itu yang dikenal hanya activity base management, sedangkan saya meninjau dari sisi pelaksanaan proyek dijadikan suatu variabel baru, variabel yang memperkaya Ilmu Ekonomi yang bernama Activity Base Management Change Order

Luaran yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah disertasi (draf disertasi) yang telah disetujui pembimbing, publikasi ilmiah dalam jurnal bereputasi internasional. Sedangkan luaran tambahan yang diharapkan dari penelitian ini adalah model activity based management change order dan buku ajar

Untuk membuat Disertasi dapat di danai oleh Ristekdikti, Bapak Budi menjelaskan bahwa keterbaruan Disertasi harus jelas, harus terdiskripsikan dengan rinci. Pada saat diajukan untuk mendapat hibah, para reviewer pasti melihat keterbaruan penelitian Disertasi yang bersangkutan apakah layak mendapat dana atau tidak. Selain isi, juga banyak sekali format penulisan yang harus di patuhi.

“Saya sendiri sudah 3 kali mengajukan judul yang sama tetapi mengalami masalah pada format penulisan, contohnya dalam lembar pengesahan, karena Saya berhome base pada Prodi Teknik Sipil, dalam bayangan Saya pengesahannya adalah Dekan Fakultas Teknik, namun ternyata membutuhkan pengesahan dari Fakultas Ekonomi.  hal-hal fundamental itulah yang harus dipahami mengenai format penulisan” kata Bapak Budi.

Pada penghujung wawancara Bapak Budi mengucapkan terima kasih pada Ristekdikti yang mendanai Proposal Disertasinya, kemudian pada Promotor Beliau Prof. Dr. Tri Ratnawati, M.S., A.k. dan co-promotor Dr. Ir. Muslimin Abdulrahim, M.SIE. yang memberikan masukan, inspirasi maupun arahan dari sisi Economic Engineering.