Berita Alumni

BSI UNTAG Surabaya Kerjasama Google Educator Malaysia Selenggarakan Sertifikasi Google Educator

BSI UNTAG Surabaya melalui komunitasnya Googel Educator Indonesia (GEI) bekerjasama dengan Google Educator Malaysia akan menyelenggarakan sertifikasi Google Educator level 1 dan 2. Sertifikasi Google Educator level 1 akan dilaksanakan bulan April atau Mei 2017.

Development Directur GEI, Agus Hermanto, S.Kom., M.MT saat dikonfirmasi warta17agustus.com usai perkuliahan mengatakan, pada tanggal 16 Maret 2017 kemarin Google Educator Indonesia melakukan sharing dengan Google Educator Malaysia melalui video conference. Dalam sharing tersebut kedua belah pihak saling bertukar informasi dalam rangka meningkatkan kinerja.

“Kami juga akan bekerjasama untuk melakukan sertifikasi Google Educator level 1 dan 2. Untuk level satu kemungkinan akan terselenggara pada bulan April atau Mei 2017,” jelas dosen Teknik Informatika itu.

Tahun 2016 lalu, lanjut Agus, GEI sudah melakukan beberapa kegiatan untuk meningkatkan teaching improvement bidang pendidikan, seperti bootcamp para guru, melakukan pelatihan penggunaan aplikasi Google education pada guru SMP dan SMA di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Surabaya, dan masih banyak kegiatan lainnya.

“Sebenarnya GEI ini sifatnya terbuka, artinya siapapun bisa gabung di komunikas GEI dan gratis. Untuk dosen Informatika sendiri sudah ada 13 yang gabung,” jelasnya.

Agus menegaskan, GEI juga menawarkan dan membuka pelatihan bagi instansi atau lembaga yang bergerak di bidang pendidikan. Menurutnya, masyarakat saat ini masih belum begitu mengikuti perkembangan teknologi informasi.

“Padahal dengan adanya teknologi banyak kemudahan yang didapat. Contoh, dalam mengumpulkan tugas bisa secara online dan tidak perlu menggunakan kertas lagi,”  pungkasnya.

Billy Boen Berkunjung Ke UNTAG Surabaya

UNTAG Surabaya mendapat kunjungan Billy Boen, seorang entrepreneur dan motivator muda Indonesia juga telah menjadi pimpinan di beberapa perusahaan (13/4/2017). Acara tersebut bertempat di gedung A, kampus UNTAG Surabaya.

Dr.Andik Matulessy,M.Si selaku wakil rektor 1 UNTAG Surabaya mengatakan Billy Boen merupakan seorang pebisnis dan motivator dikalangan anak muda sekarang. Pengalaman, kompetensi dan informasi yang diberikan sangat penting terutama bagi mahasiswa, mereka diajarkan tidak hanya sekedar mampu membuat sebuah inovasi dan riset yang memberikan manfaat tetapi juga harus bisa meningkatkan produk – produk tersebut menjadi lebih bernilai terutama ada unsur – unsur  profit, bisnis, sehingga ada 2 sisi yang saling menguntungkan.

“ Disisi pertama bisa meningkatkan kualitas SDM menjadi lebih baik dan kedua juga bisa mendatangkan keutungan bagi mahasiswa tersebut, sehingga mahasiswa bisa berjuang untuk meningkatkan diri dengan selalu berinovasi dan harus berorientasi keberlanjutan yaitu mampu memperoleh keuntungan,”tutupnya.

Billy Boen dalam kunjungan ke UNTAG Surabaya mengatakan hampir semua perguruan tinggi di Indonesia mengalami kendala yang sama dalam merealisasikan hasil karya mahasiswa untuk menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Untuk mampu mewujudkan itu semua dibutuhkan penelitian tidak setengah – setengah, penelitian yang tidak hanya berakhir di hak paten saja karena kalau ide hanya berakhir di hak paten dan tidak berdampak positif untuk masyarakat maka penelitian tidak akan bermanfaat.

“ Selain itu universitas juga harus menyisihkan dana penelitian yang lebih banyak lagi, untuk penelitian dengan kapasitas bukan lagi mendanai penelitian yang ide mentah tapi skala prioritas harus lebih dekat ke penelitian yang bisa dikomersialisasikan dan bisa dinikmati masyarakat luas. Sehingga penelitian bisa dijual kemudian hasilnya bisa digunakankan untuk membiayai penelitian lain yang lebih banyak lagi,”tambah Billy.

Kreatifitas itu bisa tumbuh ketika kita punya wawasan yang super luas jadi untuk mahasiswa UNTAG Surabaya jangan hanya mengetahui apa yg terjadi kampus, di Surabaya tapi kalian juga harus tahu apa yang terjadi di, pulau Jawa, Asia, bahkan didunia. Bukan berarti kita harus tahu semua hal tapi semakin banyak wawasan yang kita ketahui maka semakin baik. Sekarang kita kita banyak dimudahkan dalam mencari informasi, dengan internet dan gadget kita bisa mencari informasi apapun dan dimanapun. “ Utamanya kita harus mengetahui sedalam-dalamnya tentang sebuah industri atau sebuah topik yang kita cinta sesuai fashion kita dan lakukan kemudian nanti setelah menjadi habbit atau kebiasaan sebisa mungkin cari tahu hal yang diluar minat dari kita dari situ kita bisa menjadi semakin kreatif,”tutupnya.

Teknik Informatika UNTAG Surabaya Selenggarakan Workshop Code Labs Berbasis Android Studio

Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknik UNTAG Surabaya menyelenggarakan Workshop Code Labs Google Developer Group Menggunakan Android Studio. Workshop yang berlangsung satu hari ini bertempat di Meeting Room 1 Gedung Graha Wiyata lantai 1, Kamis (13/4/2017).

Ketua pelaksana workshop Samsul Huda, S.ST.,M.T kepada warta17agustus.com mengatakan, terlaksananya workshop untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi mahasiswa. Kegiatan ini bekerjasama dengan Google Developer Group Surabaya yang merupakan pengembang aplikasi Google.

“Ini merupakan workshop yang kedua kalinya, yang pertama terselenggara pada tahun 2016. Kegiatan ini memberikan sklill kepada mahasiswa tentang aplikasi berbasis android,” jelas dosen kelahiran Kabupaten Tulunggagung itu.

Samsul menambahkan, agar workshop berjalan dengan baik, maka pesertanya  dilakukan seleksi terlebih dahulu. Setelah dilakukan seleksi yang berkesempatan mengikuti workshop sebanyak 25 mahasiswa.

“Dalam workshop mahasiswa dibentuk beberapa kelompok. Harapannya kelompok-kelompok tersebut bisa dikirim dalam ajang GDG DevFest  2017 pada bulan November nanti,” ucapnya.

Lebih lanjut Samsul menjelaskan, Prodi Teknik Informatika sudah melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan pihak Google sendiri. Dia berharap kedepan pelatihan tidak hanya untuk mahasiswa, melainkan juga bisa diperuntukan bagi dosen.

“Workshop diisi langsung oleh Stevanus Djojokusumo, S.T, yang merupakan Manajer Google Developer Surabaya. Dengan kegiatan seperti ini mahasiswa mendapatkan tambahan ilmu diluar perkuliahan,” pungkasnya.

UNTAG Surabaya Dengan Canada World Youth Melakukan Kerjasama

UNTAG Surabaya melakukan MoU dengan Canada World Youth pada hari Kamis, 13 April 2017 di Gedung Graha Wiyata lantai 9 kampus merah putih UNTAG Surabaya. MoU ditandatangi langsung oleh Rita S. Karakas Presiden Canada World Youth untuk meningkatkan kualitas soft skills Dosen dan khususnya Mahasiswa UNTAG Surabaya.

Kepala Kantor Urusan Kerjasama (KUK) UNTAG Surabaya, Dr. Siti Mujanah, MBA.,Ph.D kepada warta17agustus.com mengatakan bahwa MoU antara UNTAG Surabaya dengan Canada World Youth untuk pengembangan soft skillsnya dosen dan mahasiswa.

" MoU ini akan ditindaklanjuti dengan berbagai macam kegiatan antaranya untuk pengembangan softskillnya kita dibidang kepemimpinan, memasuki dunia kerja, dan juga kewirausahaan. Jadi nantinya dosen UNTAG Surabaya akan dilatih menjadi trainer / training of trainer yang nantinya selain dosen yang telah dibakali akan melatih mahasiswa UNTAG Surabaya. Selain itu juga akan ada volunteer dari Canada yang memberikan pelatihan pada dosen maupun mahasiswa UNTAG Surabaya. " jelas Dr. Siti Mujanah

Dalam perjanjian ini mereka mentargetkan setiap tahunya minimum 600 mahasiswa yang akan diberikan training. Sehingga mereka memiliki soft skills ketika akan akan memasuki dunia kerja atau sebagai entrepreneur

Dia manambahkan, dari kerjasama ini banyak sekali keuntungannya bagi kita dan di Jawa Timur ini merupakan MoU pertama dengan Canada World Youth.

" Banyak sekali keuntungannya ketika kita bekerjasama dengan mereka, antaranya yaitu kita bisa mempersiapkan lulusan jadi lebih berkualitas terutama dalam soft skills. Kita harapankan mereka lebih banyak dibekali persiapan memasuki dunia kerja sehingga bagaimana mereka bisa menyesuaikan diri, memenej diri kemudian kepemimpinan diri, dan selain itu juga mereka yang sudah mempunyai kemampuan kewirausahaan yang sudah diciptakan di jurusan masing-masing dapat juga memberikan nilai tambah menjadi wirausaha yang lebih mandiri. " ungkap dosen Fakultas Ekonomi UNTAG Surabaya

Di waktu yang sama, Rita S. Karakas, Presiden Canada World Youth mengungkapkan sangat senang bisa bekerjasama dengan UNTAG Surabaya. " Saya sangat senang bisa bekerjasama dengan UNTAG Surabaya. Dan saya ingin menyampaikan dalam acara singkat ini bahwa program EQWIP HUBS ini dilaksanakan atas kemitraan dua lembaga dunia yaitu Canada World Youth dan Youth Challenge Internasional. "

" Canada World Youth telah bekerjasama dengan Indonesia selama 44 tahun, akan tetapi ini adalah yang pertama kalinya kami bekerjasama di Jawa Timur. Maka ayo kita saling berbagi, saling belajar dan bersama-sama untuk mencapai tujuan pribadi masing-masing, agar dimasa depan dapat mencapai tujuan hidup dan cita-cita karirnya supaya bisa hidup bahagia sesuai yang direncanakan. " Ajaknya

" Kami berterimakasih kepada rektor UNTAG Surabaya, Kantor Urusan Kerjasama UNTAG Surabaya dan Job Placement Center atas kerjasama ini dan semoga program ini bisa bermanfaat untuk mahasiswa semuanya. " Tutup CEO dan Presiden juga Canada World Youth

Menangkan Global Market Mahasiswa Perlu Sertifikasi Internasional

suarasurabaya.net| Pasar kerja global saat ini, menuntut setiap orang memiliki tidak hanya keterampilan atau skill semata, tetapi dibutuhkan juga pengakuan atas kompetensi tersebut. Sertifikasi internasional menjadi satu di antara pilihannya.

"Karena dengan mengikuti sertifikasi internasional, maka seseorang akan punya kesempatan untuk diperhitungkan pada kompetisi atau persaingan di pasar global. Butuh skill khusus memang benar, tetapi itu saja tidak cukup," terang Agus Setiawan Direktur Eksekutif Multimatics Jakarta.

Skill yang mumpuni, lanjut Agus ditambah dengan sertifikasi maka seseorang punya kelebihan ketika harus bersaing dan berkompetisi dipasar global. "Sertifikasi itu menjadi semacam pengakuan atas kompetensi. Oleh karena itu penting," tambah Agus.

Agus mencontohkan terbukanya pasar global ditingkat Asean melalui Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) misalnya, dapat dipastikan akan banyak dibutuhkan tenaga kerja yang tidak saja memiliki skill mumpuni tetapi juga ditunjang dengan pengakuan dari berbagai lembaga.

"MEA saat ini, memberikan keleluasaan kepada siapapun untuk bisa berkompetisi dalam kaitannya dengan dunia kerja dinegara-negara Asean. Dan sertifikasi yang dimiliki calon tenaga kerja akan menjadi penting saat berkompetisi dengan pesaing lainnya," kata Agus.

Dengan demikian, apakah kemudian setiap mahasiswa atau dosen yang memang bagian dari perkembangan masyarakat secara keseluruhan wajib memiliki atau mengikuti sertifikasi terkait dengan bidang keilmuan yang ditekuninya??

"Jawabnya wajib. Karena dipasar global, kompetensi Anda sangat diperhitungkan jika itu menyangkut kebutuhan kelengkapan skill Anda. Ibarat kata dengan mengikuti sertifikasi maka mahasiswa punya kesempatan berkompetisi di bidang yang luas," ujar Agus.

Digelar di lantai 9 kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, diskusi Kamis (16/3/2017) diharapkan membuka wawasan dan cakrawala baru bagi para mahasiswa serta dosen yang ingin memenangkan persaingan kerja di pasar global.

"Jangan sampai Anda tidak dapat bersaing ketika pasar global sudah dibuka dan ada kesempatan terbuka untuk meraihnya hanya karena skill dan kemampuan Anda masih belum mendapatkan pengakuan dari pasar global itu sendiri," pungkas Agus Setiawan.(tok/iss)